daerah  

Suara Berbeda dari Balambano, Arpa Jaska: Sebagian Besar Warga Justru Dukung Jalur Pipa Minyak PT Vale  

banner 120x600
banner 468x60

Malili,Kolakanews – Gelombang penolakan terhadap rencana pengalihan rute (reroute) jalur pipa minyak PT.Vale Indonesia di Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda, ternyata tidak mencerminkan suara keseluruhan masyarakat yang ada di daerah itu.

Di tengah riuh aksi protes, sejumlah warga lokal justru menyatakan dukungan penuh dan tidak keberatan jika pipa minyak perusahaan itu melintas di dekat pemukiman warga.

banner 325x300

Arpa Jaska,salah satu warga Dusun Balambano yang telah puluhan tahun bermukim di daerah itu mengaku tidak khawatir dengan keberadaan pipa minyak tersebut karena menyakini pihak perusahaan telah memperhitungkan seluruh risiko keamanan secara matang.

“Saya pribadi sama sekali tidak keberatan meskipun pipa minyak itu lewat dekat rumah. Malah, saya sangat bersyukur dengan keberadaan Vale Indonesia,” ujar Arpa saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya.

Sebagai saksi hidup perkembangan wilayah tersebut,Arpa menjelaskan infrastruktur pipa ini bukanlah sebuah ancaman yang menakutkan karena kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan dan mobilitas warga jauh lebih nyata terlihat sehari-hari.

“Saya tumbuh dan tua di Balambano, Pak. Kami merasakan betul bagaimana kehadiran perusahaan ini mengubah desa. Bayangkan dulu kalau tidak ada Vale, betapa sulitnya kami mau membeli beras ke Wasuponda. Sekarang jalanan sudah bagus, tidak perlu lagi jalan kaki jauh-jauh hanya untuk berbelanja,” kenang Arpa.

Arpa juga menambahkan kehadiran industri telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Banyak warga sekarang punya penghasilan tetap, termasuk saya sendiri yang bisa bekerja berkat PT Vale. Boleh dibilang, kesejahteraan warga Balambano terangkat,” ungkapnya.

Terkait prosedur teknis, Arpa menyakini perusahaan raksasa tersebut bergerak di atas koridor hukum dan perizinan yang resmi bahkan menilai upaya menghambat pembangunan justru merugikan kepentingan bersama.

“Kalau ada yang bilang semua warga Balambano menolak, itu sama sekali tidak benar. Saya bahkan sudah sampaikan ke pihak perwakilan perusahaan, sekalipun pipa minyak itu harus melintas di atas tanah pribadi saya, saya tidak akan menuntut ganti rugi. Saya paham penentuan titik jalur seperti ini tidak dilakukan asal-asalan, pasti ada hitungan teknisnya,” tegas Arpa.

Lebih jauh,Arpa justru mengkhawatirkan efek domino jika perusahaan menuruti desakan segelintir pihak untuk memindahkan rute.

Menurutnya, pemindahan rute bukan menyelesaikan masalah, melainkan memicu konflik baru di titik lain, seperti sengketa lahan atau tuntutan kompensasi baru yang tak berujung.

Sebagai informasi, proyek pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk di Balambano ini sebelumnya memicu polemik setelah mendapat penolakan dari puluhan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Balambano.

Kelompok tersebut menyuarakan kekhawatiran terkait potensi kebocoran pipa serta mendesak adanya transparansi dan sosialisasi yang lebih masif mengenai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan.(**)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *