Pomalaa,Kolakanews – Program Sosial Lingkungan Kolaka Sehat,Bersih dan Berdaya yang digagas PT.Vale Indonesia IGP Pomalaa bekerjasama Dinas Kesehatan setempat melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkotika dan zat adiktif lainnya (Nafza) di Desa Oko-Oko,Kamis (1/10) yang di hadiri Kepala Desa Binzar dan Kepala Puskesmas Pomalaa,dr Armayanti.
Senior Occupational Health and Industrial Hygiene Analysis PT.Vale IGP Pomalaa,dr Aditya Hafria Vanni mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis perusahaan mendukung program Pemerintah khususnya dalam bidang kesehatan.
Menurutnya sosialisasi NAPZA dilakukan pihaknya karena berdasarkan informasi yang diterima dari BNN, wilayah Pomalaa, termasuk Desa Oko-Oko, mendapat perhatian terkait penyalahgunaan Narkoba.
“Harapan kami penyalahgunaan NAPZA bisa menurun di Desa Oko-Oko dan Ini membutuhkan kerja sama perusahaan, pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Penyalahgunaan NAPZA tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan sosial di masyarakat sehingga PT.Vale gencar melakukan sosialisasi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan BNN agar mampu mencegah penyalahgunaan NAPZA sejak dini.
Selain sosialisasi Narkotika lanjut Aditya,pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Puskesmas Pomalaa untuk kegiatan lanjutan di Oko-Oko, khususnya edukasi mengenai dampak debu dan asap terhadap kesehatan masyarakat.
Sementara Kepala Desa Oko-Oko yang di wawancara menyambut baik sosialisasi yang dilakukan oleh PT.Vale apalagi menyangkut masalah Narkotika.
“ Kami menyambut baik sosialisasi mengenai Narkoba ini oleh PT.Vale karena saat ini Desa Oko-Oko masuk dalam zona merah penyalahgunaan barang haran tersebut,” katanya.
Binzar juga menjelaskan sosialisasi Narkoba yang di gelar PT.Vale di Desa Oko-Oko adalah yang pertama karena selama ini banyak perusahaan-perusahaan hanya melakukan sosialisasi mengenai masalah Ispa.
“ Kalau sosialisasi masalah Narkoba baru pertama kali dilakukan di Desa Oko-Oko dan dilakukan oleh PT.Vale dan kami mengapresiasi langkah itu karena selama ini hanya masalah Ispa,” jelas Binzar yang juga ketua APDESI Kolaka itu.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Puskesmas Pomalaa,dr.Armayanti menjelaskan bahaya Narkoba bukan saja melanda kaum remaja namun anak-anak juga sudah mulai terkena dampak dengan mengisap lem.
“ Ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua khususnya para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika usai pulang sekolah,” tegasnya.
Apalagi kata dia,Lem Fox yang sering di hisap oleh anak-anak kita sangat gampang di dapat karena dijual bebas dengan harga terjangkau.
Armayanti juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak di rumah dalam bergaul harus di perketat agar terhindar dari pengaruh-pengaruh yang berdampak buruk terhadap kehidupan anak-anak.(Raz)


















