Sorowako,Kolakanews – PT Vale Indonesia Tbk terus menjalankan komitmennya untuk menyelenggarakan operasional pertambangan yang bertanggung jawab.
Hal tersebut diwujudkan oleh Perusahaan, antara lain dalam upaya menjaga keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat pada area operasional pasca kejadian tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO) yang terjadi beberapa bulan lalu.
Untuk memastikan keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat yang terdampak, Vale Indonesia bekerja sama dengan berbagai institusi ahli, seperti: IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur untuk menganalisa dan menguji dampak tumpahan minyak pada tanaman pangan dengan pendekatan ilmiah. Hasilnya, dari seluruh sampel gabah/padi yang dipanen dari area demplot, tim ahli menyatakan bahwa area yang terdampak masih memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, sehingga padi dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Pengujian hasil demplot padi tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses remediasi yang diinisiasi oleh Vale Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus mengatakan,pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan operasional Perusahaan yang bertanggung jawab, termasuk pada kondisi khusus dimana risiko operasional terjadi.
” Sehubungan dengan kejadian ini, selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan bahwa lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi. Pengujian ilmiah ini menjadi bagian dari wujud komitmen Perusahaan bahwa seluruh rantai roda perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti harus kembali berjalan normal tanpa hambatan ekologis.” Katanya.
Yusri juga memahami sepenuhnya kekhawatiran yang dihadapi oleh para petani sejak insiden tumpahan minyak ini terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut,PT.Vale mengambil langkah mitigasi untuk mengembalikan rasa aman dan kepastian mata pencaharian warga. Hasil laboratorium independen ini menjadi bukti bahwa melalui penanganan yang tepat, lahan sawah tetap produktif dengan hasil pangan yang aman dikonsumsi.
“Perusahaan telah melakukan program pendampingan pertanian yang terdampak MFO di Kecamatan Towuti segera setelah kejadian untuk memastikan kegiatan pertanian dapat dilaksanakan selama satu siklus budidaya penuh dari bulan Februari hingga September 2026 di lahan-lahan yang terdampak, yaitu Desa Lioka Dusun Molindowe, Lioka Dusun Polapi, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu,” tambah Yusri.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam yang hadir dan memimpin langsung kegiatan Pemaparan Hasil Uji Demplot Penanaman Padi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan sinergi semua pihak yang ikut mengambil peran pada berbagai upaya penanganan insiden kebocoran pipa minyak, mulai dari pembersihan di seluruh area terdampak, identifikasi objek terdampak, pembayaran kompensasi, program demplot padi, sampai dengan pegujian padi hasil demplot yang dinyatakan aman.
“Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan,” ungkap Bupati.
Bahkan Bupati berharap tidak ada lagi kecemasan ataupun keraguan karena Vale akan mendampingi musim tanam kedua dan memberikan bantuan bibit,begitu juga Pemda Luwu Timur siap memberikan bantuan bibit.
Sementara salah seorang Petani Desa Timampu, Mursalim menyampaikan,Dari hasil dua lab yang disampaikan itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa penanaman berikutnya bisa kita lakukan karena hasilnya sudah layak konsumsi.
Rangkaian penanganan holistik yang telah berjalan sejak awal insiden hingga fase pengujian laboratorium ini merupakan bentuk komitmen konkret perusahaan.
Seluruh upaya ini difokuskan secara penuh untuk memastikan bahwa masyarakat dapat kembali melanjutkan kegiatan pertanian mereka dengan rasa aman, serta mencapai tingkat produktivitas yang lebih baik.
Tentang Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk (“Vale Indonesia”) adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang telah beroperasi di Indonesia selama 58 tahun atau sejak 1968. Vale Indonesia adalah anak usaha dari MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menjalankan operasi pertambangan serta pengolahan nikel di Sorowako Sulawesi Selatan, mengembangkan proyek-proyek pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara untuk mendukung hilirisasi dan penguatan rantai nilai nikel nasional.
Vale Indonesia berkomitmen tinggi untuk menjalankan pertambangan yang bertanggung jawab dengan mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta tata kelola yang baik dalam kegiatan operasional dan pengembangan perusahaan. Dengan kapasitas global, kapabilitas operasional serta pemanfaat teknologi dan energi terbarukan, Vale Indonesia terus berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, pemegang saham, Indonesia, dan dunia.(**)
















