Tanggetada,Kolakanews – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, memperkuat komitmen penerapan prinsip green mining atau penambangan ramah lingkungan dengan mengoptimalkan fasilitas nursery yang mampu menampung sekitar 1 juta bibit tanaman per tahun guna pemulihan area pascatambang di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Supervisor Nursery PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Al-Faras Nur Ramadhan,mengatakan aktivitas pembibitan dilakukan dengan memanfaatkan bibit cabutan serta indukan yang diambil langsung dari area reklamasi maupun area pertambangan guna memastikan kelestarian ekosistem di wilayah operasional perusahaan.
“Kami memiliki kewajiban melakukan revegetasi atau penanaman kembali untuk melindungi ekosistem awal daerah tersebut dengan cara mengambil bibit cabutan. Setelah siap, tanaman dibawa kembali ke area reklamasi untuk penghijauan,” katanya.
Faras juga menjelaskan melalui fasilitas pembibitan,perusahaan berkomitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan karena aktivitas pertambangan tidak selalu identik dengan perusakan, melainkan dapat berkontribusi melalui pembibitan dan penghijauan yang berkelanjutan.
Proses pembibitan hingga siap tanam kata dia memakan waktu sekitar tiga bulan dengan memulia tahapan dari penyemaian di polytray kecil selama 1-2 minggu, kemudian dipindahkan ke wadah yang lebih besar untuk penyesuaian selama 1-2 bulan.
Selain itu lanjut Faras,berbagai jenis tanaman dikembangkan di fasilitas tersebut, mulai dari tanaman fast growing (tumbuh cepat/pionir), tanaman endemik, tanaman hias, hingga tanaman buah-buahan.
Untuk kategori fast growing yang berfungsi sebagai pionir penyokong daya tahan di lahan pascatambang, fasilitas tersebut membudidayakan spesies seperti pohon cemara angin, pohon bitti, pohon nyamplung, dan sengon buto.
Sementara untuk tanaman endemik, PT Vale memfokuskan pembibitan pada kayu kuku, kayu kolaka, serta anggrek Spathoglottis plicata (angrek sorum).
“Tanaman pionir memiliki kemampuan survive yang lebih kuat di area reklamasi karena masa tumbuh yang relatif lebih cepat dibanding jenis lain,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai sarana penyedia bibit penataan lingkungan, keberadaan nursery lima hektare di Tanggetada ini juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas bagi para pelajar serta masyarakat sekitar.(Raz)

















